PENERIMAAN MAHASISWA KULIAH KERJA NYATA TERINTEGRASI KOMPETENSI (KKN-IK) IAIN KUDUS TAHUN 2021

Penerimaan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Ter-Integrasi Kompetensi (KKN-IK) IAIN Kudus Tahun 2021

Senin 06 September 2021

Bertepatan di kantor Kepala Desa Tayu Wetan, sebanyak 2 mahasiswa KKN IK dari Institut Agama Islam Negeri Kudus. Disini kami diterima dan disambut denngan hangat oleh pihak- pihak yang ada di Desa Tayu Wetan. Karena adanya kondisi dimasa pandemi ini kami hanya menghaturkan surat pengesahan KKN IK ini karena kami di batasi agar tidak berkerumun.

Bapak Zaenuri selaku Kepala Desa Tayu Wetan yang menerima kami dan juga sekaligus membimbing bagaimana kinerja di desa Tayu Wetan. “KKN sekarang tidak seperti KKN yang dulu, dulu itu orangnya banyak tapi sekarang serba dibatasi karena pandemi COVID-19. Tapi untuk kalian tidak boleh pesimis dan harus tetap semangat”, ucap pak Zaenuri. Setelah itu pak Zaenuri memperkenalkan seluruh staf desa, mengenalkan potensi yang ada di Desa Tayu Wetan antara lain pertanian, peternakan, perkebunan, dan mengenai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Penerimaan Kuliah Kerja Nyata Ter-Integrasi Kompetisi (KKN IK) tahun 2021. Di kesempatan ini kami ikut serta dilingkungan masyarakat untuk mempraktekan materi yang sudah kami dapat selama perkuliahan untuk dapat membantu dan melayani masyarakat dengan baik. KKN-IK terdiri dari 22 mahasiswa yang kemudian dibagi lagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan tempat tinggal masing-masing.

Kebetulan Desa Tayu Wetan hanya terdiri dari 2 (dua) mahasiswa dari dua fakultas dan prodi yang berbeda. Kami selalu siap kapanpun dan dimanapun, karena kami adalah tim serba siap dan serba bisa. Pendekatan obyektif seperti pendekatan Behavior maupun Kognitif selalu kami gunakan untuk bisa mengambil hati masyarakat desa Tayu Wetan.

Dengan kompetisi pemberdayaan potensi desa yang berbasis moderasi beragama, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan laporan program kerja antara lain yaitu :

  1. Revitalisasi website Desa
  2. Sosialisasii Nilai- nilai Moderasi Beragama
  3. Penyusunan Data Base Potensi Ekonomi Desa dan UMKM
  4. Pemberdayaan Ekonimi dan UMKM Desa
  5. Penyusunan Buku, Artikel, atau Essai Tentang Islam, Budaya Lokal, atau Tokoh Lokal Desa
  6. Penguatan Literasi Agama, Hukum, Sains, dan Teknologi

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan